//
you're reading...
IIP, Parenting

IBU RATA-RATA 

​Tidak ada kata sederhana dari seorang perempuan/istri&ibu…semua istimewa…sekalipun hanya di bilang ibu rata2…😊😊😊…

Pernah kepikiran ga, kalau kita ini sepertinya kok jadi ibu yang biasa-biasa saja ya. Ibu dengan kemampuan rata-rata, bukan ibu luar biasa. Ngga ada satu bidang khusus yang kita kuasai dan membuat kita istimewa di mata suami dan anak-anak.

Masak ngga jago. Udah yang dimasak itu-itu aja, rasanya juga ngga konsisten. Hari ini enak, besok kurang asin, lusa hambar, minggu depan mutung ngga masak. Padahal itu masaknya juga udah penuh perjuangan. Beda banget sama ibu-ibu di grup masak itu. Yang bikin sambel aja kayanya menggoda banget, apalagi bikin masakan berat. Beralih ke bikin kue, malah lebih parah. Resep bolu ngakak jadi bolu mingkep dan resep bolu mingkep jadi ngakak kalau kita yang bikin. Belum lagi soal kue bantet dan gosong. Beda sama tetangga sebelah yang jago bikin kue, bahkan sampai terima pesanan, order memanjang menjelang lebaran.
Okelah dapur mungkin memang bukan keahlian kita, tapi soal beres-beres rumah, kita ahlinya kan? Ngga juga ternyata.

Lha wong rumah juga ngga pernah rapi, bisa rapi hanya dalam hitungan menit. Setrikaan ngga pernah bisa memenuhi jadwal, hanya menumpuk di keranjang-keranjang cantik. Cucian juga sama. Jarang on time. Hari ini nyuci, besok bahkan bisa jadi lusa baru keluar dari mesin cuci untuk dijemur.

Di dapur ngga ahli, beres-beres rumah juga bukan pakarnya. Jadi, dimana kira-kira keahlian sempurna kita? Sabar menghadapi anak-anak yang kreatif banget itu? Bukan. Cubitan masih suka mendarat di tubuh anak-anak ketika level stress meninggi. Punya bisnis rumahan yang beromzet puluhan juta? Belum juga. Insya Alloh otw. Aktif di organisasi sekolah atau kemanusiaan? Ngga juga. Jadi bidang apa donk yang bisa bikin kita jadi ibu luar biasa?

Kalau mau dilihat satu-satu, sepertinya memang tidak ada satu bidang khusus yang saya kuasai dengan sempurna yang bisa membuat suami dan anak-anak bangga dengan hal itu. Saya ibu biasa saja, dengan kemampuan rata-rata bahkan dibawah rata-rata untuk hal-hal tertentu.

Tapi, sebutan ibu luar biasa itu ada karena ada pembandingnya kan? Pembandingnya ya ibu dengan kemampuan rata-rata macam saya ini (dilempar bolu bantet).

First of all, love yourself moms. Mau ibu luar biasa atau ibu rata-rata, cintai diri sendiri mak, dalam porsi yang seharusnya, jangan sampai bablas ke narsistic.

Besarnya cinta kita ke suami dan anak-anak seringkali membuat kita lupa mencintai diri sendiri. Terlalu banyak target yang kita bebankan ke diri sendiri demi menjadi ibu yang sempurna, meskipun hanya di satu bidang saja.

Percayalah, anak-anak yang manis itu akan menganggap kita ibu luar biasa, meskipun kita hanya bisa memasak telur dadar. Karena telur dadar buatan ibu tiada duanya. Kita adalah ibu luar biasa karena ketika mereka menyebut sebuah barang, kita tahu persis dimana letaknya (kecuali sedang lupa). Kita adalah ibu luar biasa karena kita bisa memahami dengan tepat apa yang diinginkan bayi umur dua tahun bahkan hanya melalui gerakan tangannya. Kita adalah ibu luar biasa karena kita paham benar ayam goreng macam apa yang jadi kesukaan anak-anak. Kita adalah ibu luar biasa karena kita yang terakhir tidur di malam hari dan yang pertama bangun di pagi hari. Kita adalah ibu luar biasa karena kita bisa memasak sambil menggendong bayi sekaligus ngitung pesanan customer dan masukin baju kotor ke mesin cuci.

Kita adalah ibu luar biasa.

Kita tetap ibu luar biasa meskipun kemampuan kita hanya rata-rata. Kalau sekarang kita belum bisa menjadi luar biasa seperti standar umum yang berlaku, kita akan menjadi luar biasa ketika anak-anak kita sudah dewasa dan berkeluarga. Kita mengalami sendiri bukan?

Betapa bersyukurnya kita mempunyai ibu yang luar biasa, yang sering ngomel hanya untuk mengingatkan tentang cuci piring setelah makan, tentang menyapa kepada orang yang lebih tua, tentang berterima kasih, tentang tidak menyakiti orang lain, tentang menghargai orang lain, dan masih banyak lagi.

Teruslah berusaha menjadi luar biasa dengan kemampuan rata-rata kita. Jangan lelah mengajarkan iqra’ meskipun satu bulan hanya satu huruf yang dikuasai anak kita. Jangan lelah mengingatkan soal kata maaf, tolong, dan terima kasih. Jangan lelah mengingatkan sholat lima waktu meskipun membutuhkan energi yang luar biasa. Jangan lelah moms, jangan lelah…

Kita mungkin ibu rata-rata saat ini, tapi cinta dan usaha akan menjadikan kita ibu luar biasa suatu saat nanti.
selamat berbahagia IBU RATA-RATA 😍

Miip kelas matrikulasi 2017
by : Ernawati Rochmadi

About UchanAqila

About me.... Ingin Menjadi Wanita Sholihat yang Menginspirasi muslimah & Mewujudkan Mimpi Banyak Orang | Percaya semua pasti bisa | Man Jadda WaJada

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

InstagramKu

Hari ahad yang lalu 14 April 2019 kami bersama komunitas HS Gemilang menggelar Garage Sale dalam rangka mengumpulkan donasi untuk kegiatan amal komunitas kami. Barang-barang yang dijual adalah barang baru atau masih sangat layak pakai yang kami miliki. Jam kegiatannya pagi sekali, pukul 06.00 wib pagi sudah ada yang sampai di lokasi. Sedangkan Aqila masih tidur nyenyang bersama selimut dan #guling kesayangannya "si orange" Karena rumah kami tidak jauh tentu saja kami berusaha datang cepat. Namun seperti biasa meyakinkan anak-anak yang malamnya tidur jam 11 malam untuk pergi pagi sekali itu adalah perjuangan. Alhamdulillah kami sampai pukul 07.00wib kurang. Setelah lama melihat teman-temannya ternyata semangat Aqila belum juga terbakar. Sedangkan semangat umi sendiri melihat bibi lain belum juga on. Gak dapat juga srmangatnya hehehe tumben yah umitu. Perlahan makin banyak bibi yang datang. MasyaAllah semangatnya luar biasa. Apalagi bifen dan bides yang berdiri semangat 45. Tiba-tiba ada bangkit dari tmepat duduknya dan mencolek umi. Umi Aqila tak tahan lagi. Hahaha kami pun lari terbirit-birit ke kamar mandi karena itu panggilan darurat Aqila yang sangat darurat. Lama sekali kami di kamar mandi karena kebiasaan kak Aqila memang begitu. Seking lamanya ternyata pas keluar ternyata sudah hujan lebat. Umi san Aqila kaget. Panggung alun-alum sudah ramai karena semua berteduh disini. Setrlah hujan reda kamipun bersiap-siap merapikan barang untuk pulang karena memang sudah ada beberapa barang yang basah. Walaupun diguyur hujan kami tidak akan patah semangat. Minggu depan kami ingin berjuang lagi. Semoga kegiatan amal komunitas kami berjalan lancar. Yang mau donasi sini umi bisikin no rekening haha
Saya gak tau apa yang ada di fikiran my lovely @muftifathonah saat saya sibuk menggunting dan merangkai topeng untuk anak-anak ini tengah malam. Yang pasti saya dipandangi sambil dia tersenyum sendiri. 😂 "Kan adek jadi grogi bang, gemetaran pegang guntingnya. Saat ditanyain"Apasih senyum-senyum. Mau bantuin ya?" Cuma disenyumin lagi sambil geleng2 🙄🙄 Tapi yang penting sih ditemani walaupun cuma disenyum-senyumin. Terusss... Pagi-paginya heboh sendiri. Bang itu topeng daun tapi belum ada daunnya Please cariin daun sebelum berangkat yak 😂😂 Apalah saya tanpa mu ya khaannn. 💕💕💕
Sesungguhnya berkomunitas itu bukan memikirkan apa yang bisa kau dapatkan, tapi apa yang bisa kau berikan jika kau hadir disana. MasyaAllah tabarakallaah. Allah berikan kesempatan untuk bergabung bersama teman-teman sesama pelaku Homeschoolling dibatam. Walaupun saya masih baru, belum banyak ilmu, perlu banyak belajar, dan tidak bisa seaktif bibi-bibi yang lain dalam berkontribusi tapi kali ini berjuang sepenuh tenaga untuk menjadi PIC mingguan dengan tema Scavengers hunt. Ini adalah amanah yang menantang banget karena dengan suhu kota Batam yang bisa 32° anak-anak (toodler) malah diajak untuk mencari harta karun di kebun yang luas dan aduhai suhunya. Para bibi pun tak sanggup berkeliling lama apalagi anak2 yang harus diajak 2x berkeliling kebun. Karena lokasi kali ini cuma 2x gas motor dari rumah jadilah datang duluan. Menyapa pakTatang yang mengawasi tempat ini. Agenda pertama anak-anak diajak keliling kebun. Mengenali aneka bunga daun dan pohon yang sudah berbuah maupun belum. Sabar banget liat anak-anak pada kabur berlarian saat beliau menjelaskan wkwkwk Walau suhu aduhai tapi anak-anak semangat apalagi Aqila dengar paktatang bilang "ini pohon lengkeng" langsung bilang saya suuukaaa 😂 Setelah keliling barulah masuk agenda scavengers hunt. Hmm gimana anak-anak ya saya aja rasanya pengen pulang nyari AC dan AS (air sejuk) Rencana awal pengen beli choco*** pesanan bibi untuk reward anak-anak. Tapi setelah isya saya berfikir itu gak cukup untuk mengembalikan semangat saat panas terik. Jadilah malam-malam pergi sendiri membeli perlengkapan untuk topeng daun. Alhamdulillah Aqila suka banget. Berarti bisa jadi indikator anak-anak lain bakalan syukaa juga. Rencananya mau bikin drama ala ala untuk membuka scavengers hunt tapi apa daya badan lemah batre badan low tinggi nya suhu kota batam tak terlawan 🌞 oleh badan jadilah dibuka dengan toa saja sambil memakai topeng. 📢 Dan yeaii alhamdulillah pada semangat penngen semuaaa 🤣 Terimakasih bibi-bibi lain supportnya untuk saya hehehe maafkanlah pic minggu ini tak kuat kena panas. Aslinya dia takut sunburn tapi demi cintaku padamu wkwwk 😂😂😂 #homeschoollingbatam #KomunitasHSGemilangBatam

MyChallenge

2014 Reading Challenge

2014 Reading Challenge
Eka has read 0 books toward her goal of 50 books.
hide
%d bloggers like this: