//
you're reading...
Cerpen, dibuangsayang, Uncategorized

Bintang jangan redup, “Untuk Sang Visioner”

Dia seorang yang bersemangat, ceria, ramah, & pemilik senyum serupiah. Senyum yang murah meriah. Dia dicintai semua orang2 disekitarnya. Semuanya..semuanya mencintai dia. Itu yang dapat kutangkap. Entah karena dia masih belia atau karena memang dia yang menyenangkan, pokoknya semua mencintai dia. Sedangkan aku, aku selalu memandang dia sebagai bintang yang terang benderang yang jauh tinggi diatas langit dan kupandangi dari bumi.
Dia menjadi pencerah dalam hidupku. Semangatnya, visi misi hidupnya semuanya mempesonaku. Semua kata2nya walau kadang tidak selalu sempurna tapi itu yang menjadi penyulut api bagi semangatku. Dia inspirasiku, mendengar dia memaparkan cita2nya, mimpi2nya, dan kerja kerasnya untuk mewujudkan impiannya membuat aku juga berani bermimpi.

Tidak hanya aku yang memandang dia sebagai bintang terang, tapi juga orang2 disekitarnya. Dia dengan caranya mampu memberikan semangat bagi sahabat2nya untuk bermimpi seperti dia. Dia semakin hebat dimataku. Orang2 yang dulu tidak punya mimpi, tidak pernah terfikir untuk bermimpi tinggi dapat dibuatnya terbuai dengan cara2 dia memaparkan mimpi2nya.

Jika ada yang bertanya siapa dia mungkin orang2 tidak akan percaya. Bapaknya hanya seorang penjual buah keliling. Yang menjajakan dagangannya dari satu komplek ke komplek lain. Setiap hari dia harus bangun pagi untuk membersihkan buah2 yang akan dijual bapaknya. Setelah itu baru dia bersiap berangkat bekerja sebagai buruh diperusahaan garmen. Sepulang kerja dia akan membersihkan sisa jualan orangtuanya. Lalu dia akan berangkat kuliah setelah magrib. Yaa dia KULIAH. Tak dipedulikannya komentar dan cemooh orang2 kampung kami. Itu yang membuat dia nampak semakin hebat dimataku.

Setiap aku pulang sekolah dan melewati rumahnya dia selalu tersenyum dengan manisnya. Akhh senyum serupiah itu. Seringkali dia menanyai orang2 yang dijumpainya tentang mimpi2 dan cita2 mereka, tapi kalo orang kampungku ditanya tentu saja jawabannya standar atau bahkan mentertawakan pertanyaannya. Tapi bagiku pertanyaannya itu yang bisa membuat aku ada disini, bersinar sama seperti dia. Karena dia bintang terang penunjuk arahku.

Tapi itu dulu…5tahun yang lalu.
Namun saat ini, saat aku telah menjadi bintang terang di Newcastle demi mengejar mimpiku, saat sahabatnya yang tak berani bermimpi itu telah menjadi pengusaha yang selalu bolak balik Indonesia-Belanda mengurus usahanya, dia sang bintang terangku masih disana dikampung kami. Dia tidak lagi bersinar seperti dulu. Tidak ada semangat visionernya yang dapat membangkitkan mimpi2 anak kampung seperti aku. Tidak ada lagi senyumnya yang membuat orang2 disekitarnya mau berfikir untuk bermimpi tinggi.

Semua melupakannnya. Orang-orang yang mencintai dia itu melupakannya, meninggalkannya, menghinanya. Orang2 yang berani bermimpi itu tak mengacuhkan dia. Apakah karena itu sinarnya menjadi redup? Apa karena itu dia menjadi kehilangan mimpi? Apa karena itu dia tiada semangat lagi?

Bintangku…kumohon kau jangan redup, tetaplah bersinar dilangit itu agar aku tau kau masih disana. Jangan kau fikirkan orang2 yang menghina, meninggalkan, melupakan dan mengacuhkanmu itu. Kau pernah mengatakan padaku “Hidup cuma sekali, dan hanya kali ini kau akan kalah dan kecewa. Nanti tidak akan lagi”
Tidakkah kau ingat kata2 itu…jika saat ini kau merasa kalah dan kecewa bangkitlah. Aku mohon bangkitlah. Karena jika kau kecewa hanya kali ini kau akan kecewa, nanti kau akan lupakan itu. Dan jika sekarang kau dihina biarkanlah, karena hanya sekali ini mereka menghinamu, besok tidak akan lagi. Walau aku tidak bisa menerima mereka menghinamu..

Kenalilah kembali siapa dirimu, aku yakin dan percaya kau selalu lebih hebat dariku. Jika saat ini aku berhasil ke Newcastle aku percaya kau juga bisa kesini. Karena kau lebih hebat dariku, kau lebih bersinar dariku.

Ingatlah kembali mimpi2mu yang dulu memenihi dinding rumahmu, ingatlah bahwa kau pernah bermimpi akan ke sini dan pulang dengan berjuta rencana untuk kampung kita.
Sekali lagi kumohon janganlah berhenti bersinar, janganlah menjadi redup.
Aku menunggumu disini.

Newcastle, 2012
“Untuk Sang Bintang Yang Mulai Redup, Sang Visionerku”

#cerpenyangtersimpan

#11april2012

#6tahunsudahcutimenuliscerpen

Advertisements

About UchanAqila

About me.... Ingin Menjadi Wanita Sholihat yang Menginspirasi muslimah & Mewujudkan Mimpi Banyak Orang | Percaya semua pasti bisa | Man Jadda WaJada

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

InstagramKu

#10yearchallenge 10tahun yang lalu.. hmm saya masih "dipaksa" hafalan hadist, baru merangkak di juz 30, baru mengenal buku tafsir, baru tau bagaimana mendidik anak dalam islam itu adalah tantangan. Dan segala hal baru lainnya yang membawa banyak perubahan hingga saat ini. 10tahun yang lalu, masih kalau mau ngaji tampilannya gini. Kalau malam minggu kadang tampilan nya masih ala anak gaol batam jangan ditanya gaya gaol ala hijaber itu gimana. 🤣🤣🤣 Ini foto 10tahun lalu di ocarina. Rihlah bareng lingkaran kecil yang semangat 45 ngajak sepedaan. Menyewa sepeda yang kecil karena takut naik sepeda besar. 😆😆 . . Ya ampyun gaya kaki nya kok gak berubah wkwkw
Jarang banget menulis tentang sholihah yang satu ini. Maryam Syaffira Mufasa. Anak termanja. Entahlah karena efek dia bayi kangguru selama hampir 40hari atau karena fitrahnya lebih manja. Saat tidur jika tidak menempel dengan kulit umi maka dia akan langsung terbangun. 2019 kita akan memiliki lebih banyak tulisan ya Sya.
Materi day3 Kagak ada... hahaha Kagak sempat nyiapin kemarin. Uchan lelah level max. Siang hari kemarin diundang ke kantor bp batam buat ngobrolin ibuprofesional dan mengenalkan kegiatan kami. Berharap bisa bersinergi lebih baik. Pulangnya diajak ke emol jalan kaki. Nampak kali ya yang dulu sehari bisa keliling sampai 4mol sekarang 1 lantai aja sesak napas. Karena harus sering tandem 2princess ini. Sejak adik lahir kak Aqila selalu minta gendong bareng. Allah Maha Tau, Allah cukupkan kekuatan dan ukur kesanggupan uchan. Gak usah komen "gimana kalau aku..." karena tiap ibu ada porsinya masing2. Jadi kami seharian aktivitas luar. Mulai kepasar. Kak Aqila sampai dapat hadiah nangka dari bapak dipasar. Pulangnya dipaksa main bola yang sudah ditenteng selama dipasar. Sampai menjelang adzan jumat. Kebayang panasnya kan cinn. Gak ada dokumentasi ya. Karena kalau kepasar hampir gak pernah bawa hape. Pulangnya istirahat lalu dilanjutkan main sepeda dan menjemur kain bareng. Malamnya main bola lagi sama abah. #portofolioKhadijahAqilaMufasa

MyChallenge

2014 Reading Challenge

2014 Reading Challenge
Eka has read 0 books toward her goal of 50 books.
hide
Advertisements
%d bloggers like this: