//
you're reading...
Bunda Sayang, IIP

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak dan Peran Ayah

Alhamdulillah materi presentasi selanjutnya. Materinya semakin detail dan membuat pemahamn akan fitrah seksualitas semakin mantap.

Tanya jawab

Pertanyaan 1⃣

Nama Nurhasnah
IIP Pekanbaru
Pertanyaan:
Assalamu alaikum…

1. Apakah penyimpangan fitrah seksualitas, fitrah peran karena tidak terbangun sesuai tahapannya tetapi seadanya akibat bekal pengetahuan pengasuhan orang tua sebelumnya dapat dikoreksi???

2. Pada kehidupan real saat ini, dimana peran2 pengasuhan dominan oleh ibu…apa yang dapat dilkukan untuk mensiasati situasi ini sehingga pembangunan fitrah seksualitas anak tetap berjalan?
Terima kasih

✅ Jawaban
1. Penyimpangan fitrah seksualitas akibat pola asuh dan pola didik (Fitrah Peran orang tua) yang mungkin tidak sesuai tahapan usia anak akibat kurangnya pengetahuan orang tua, insyaAllah tetap bisa dikoreksi Bunda.
Hanya saja kemungkinan prosesnya sedikit berbeda karena dipengaruhi usia, lingkungan, informasi yg sudah terpapar pada anak dll.
Contohnya saat anak usia 0-2 th tidak dengan ibu atau tidak menyusu, maka bisa dikoreksi dengan sering memberikan pelukan pada anak, quality time dan anak sering diajak ngobrol.

2. Dalam peran pengasuhan saat ini yang terkesan lebih didominasi oleh Ibu, sedangkan Ayah terkesan “enggan ” ikut serta dalam proses pengasuhan, solusi awalnya adalah “Edukasi Para Ayah”. Jika dalam istilah bu Elly Risman, “Tarik dan dudukkan kembali para ayah di singgasananya di rumah untuk menjalankan perannya. Ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah tapi tetap bertanggung jawab atas pendidikan dan perkembangan anak-anaknya”.

Jika ayah dan ibu sudah satu frekuensi (memiliki pemahaman) yang searah dalam mengasuh anak, maka bentuk perilaku pengasuhan yang diharapkan bisa dibentuk dan tercipta.

Saat ini juga sudah mulai banyak forum parenting baik online atau offline yang dibuka untuk para ayah.

———–

Nah, gimana klo si ayah ga mau ikutan kelas begituan? 😂😂🙉🙈

🌾🌾🌾
Berikut sharing pengalaman bunda Afrili Suyari: *EDUKASI*

Kaya suami saya 🤣🤣 sejauh ini cara saya mengedukasi suami: saya coba lihat celah apa yg bisa saya masukkan.

*mungkin bisa dicontoh juga utk bunda lainnya.

Suami saya senang baca buku klo sdg BAB di toilet 😅 jadilah saya bikin rak kecil ditoilet untuk taro artikel2 parenting singkat di toilet. Ini saya mulai sejak kelas matrikulasi kmrn. Alhamdulillah akhirnya dibaca juga itu artikel, drpd “bengong” katanya 😂😂 nah, bentuk edukasi lain yg bisa dilakukan mungkin bisa disesuaikan dgn kebiasaan ayah lain sesuai celahnya masing2.

🎋🎋🎋 Sharing pengalaman dari bunda Ana Puji Lestari: *KOMUNIKASI*

Biasanya saat pillow talk atau saat ada waktu ngobrol dengan suami, saya bilang kalau saya baru selesai baca buku atau materi parenting xxx, pemahaman saya begini, gimana menurut ayah?

Suami akan menanggapi dan diskusi berlanjut. Jadilah planning dan eksekusi. Intinya para suami pada umumnya tidak suka disuruh-suruh, tidak suka dipimpin. Jadi kita usahakan masuk dari celah yg tidak “melukai” ego suami sebagai pemimpin.

>>● Izin berbagi juga ya bunda…🙏
Point nomor 2.

Kalau saya, selalu mngirim ilmu lewat WA suami🤭 Nanti kalau sudah malam baru saya tanya, baca atau tidak. Kalau tidak dibaca. Saya follow up lagi.. esoknya buka diskusi. Kalau berkelanjutan biasanya saya tulis di buku keluarga😁
Tinggal saya sodorkan saat jam belajar bersama kami.. atau saat ngopi bareng🤗
Dan di situlah saya menulis project keluarga kami.
Otomatis suami juga cek buku keluarga apa yg saya tulis..

Pengalaman yg mengesankan🤭
Saat suami mngirim materi parenting😂
Awalnya saya yg minta maaf, padahal itu trjadi pada diri bliau..
Alhamdulillah mngakui kesalahan dan berusaha ingin memperbaikinya.
Saat melakukan ksalaham.. maka kami sling mngingatkan.

Jd harus punya visi misi bersama..

2⃣ Akhir2 ini…pertanyaan Omair sudah sampai menyeluruh..sampai alis,leher,pusar,penis dan jari satu2 aja dtanya😅
Menurut bunda ….
Bagaimana caranya, mengenalkan dgn bahasa ilmiah pada anak usia 23m+ saat ia bertanya langsung?
Apakah hanya sekedar nama saja, atau berkelanjutan lainnya?
🙏

*Jawaban:*
Menurut saya dijawab sesuai pertanyaan anaknya saja. Jika anaknya tipe yg tidak pernah puas/kreatif, biasanya akan dilanjutkan dengan rentetan pertanyaan berikutnya.
Jika anaknya tipe yg kalau nanya dan dapat jawaban lalu diam, justru kita sebagai orang tua yg harus memancingnya agar muncul pertanyaan berikutnya.
Misal : ini apa bunda? // ini alis kak // ooh! // alis kakak itu kenapa ya koq ada di atas mata?

Selanjutnya bisa jadi bahan diskusi dan transfer informasi.

>> Betul…bun, anak pasti menyerap apa yg kita ucapkan..

Saya gak menyangka… membacakan buku buat Omair saat usia 18bulan.. sering banget bolak balik buku kisah Uwais Alqorni. Saat usia 20bulan. Tiba2 dia sebut nama uwais, uwais…
padahal bahasan kisahnya sudah ke sahabat yg lain😁
Akhirnya saya terapkan keseharian.. buat pertanyaan. Siapa yg mau seperti uwais, anak yg taat kepada orngtua?
Saya yg tanya..saya jg yg jawab awalnya. “saya” sambil nunjuk jari manis.🙈
Akhirnya kterusan ikut…hehee
Sama dgn dgar orng jualan tahu bulat, 🙊iklan. xixixi
seharian ini dia ucapkan ini…”Tahu,,ula, mobil…enak” dgn iramanya😂
Padahal gk pernah lagi dgar mamang jualan ini selama 1bln.
😬

Ini lah yg mnguatkan saya, buat berkisah.. walaupun dia blum paham. Setelah itu pasti akan ada hasil dr prosesnya🤗

Closing statement dari kelompok 5:

Permainan terbaik untuk anak itu adalah,
permainan yang membuat anak spontan mengekspresikan kesenangannya.
menjerit, berteriak, kegirangan..dan meminta untuk diulang lagi….terus dan terus…
Alat permainannya?
Sayangnya tak ternilai harganya, dan tak dijual di toko mainan mana pun.
Tapi alat itu bisa ada di setiap orangtua.
Alat permainan itu adalah : waktu, hati dan cinta…. (Fitri A, Psikolog).

Semangat membersamai anak2 kita, krn tantangan mendidik anak di zaman ini sungguh luar biasa.

Materi

Link pdf

Advertisements

About UchanAqila

About me.... Ingin Menjadi Wanita Sholihat yang Menginspirasi muslimah & Mewujudkan Mimpi Banyak Orang | Percaya semua pasti bisa | Man Jadda WaJada

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

InstagramKu

#10yearchallenge 10tahun yang lalu.. hmm saya masih "dipaksa" hafalan hadist, baru merangkak di juz 30, baru mengenal buku tafsir, baru tau bagaimana mendidik anak dalam islam itu adalah tantangan. Dan segala hal baru lainnya yang membawa banyak perubahan hingga saat ini. 10tahun yang lalu, masih kalau mau ngaji tampilannya gini. Kalau malam minggu kadang tampilan nya masih ala anak gaol batam jangan ditanya gaya gaol ala hijaber itu gimana. 🤣🤣🤣 Ini foto 10tahun lalu di ocarina. Rihlah bareng lingkaran kecil yang semangat 45 ngajak sepedaan. Menyewa sepeda yang kecil karena takut naik sepeda besar. 😆😆 . . Ya ampyun gaya kaki nya kok gak berubah wkwkw
Jarang banget menulis tentang sholihah yang satu ini. Maryam Syaffira Mufasa. Anak termanja. Entahlah karena efek dia bayi kangguru selama hampir 40hari atau karena fitrahnya lebih manja. Saat tidur jika tidak menempel dengan kulit umi maka dia akan langsung terbangun. 2019 kita akan memiliki lebih banyak tulisan ya Sya.
Materi day3 Kagak ada... hahaha Kagak sempat nyiapin kemarin. Uchan lelah level max. Siang hari kemarin diundang ke kantor bp batam buat ngobrolin ibuprofesional dan mengenalkan kegiatan kami. Berharap bisa bersinergi lebih baik. Pulangnya diajak ke emol jalan kaki. Nampak kali ya yang dulu sehari bisa keliling sampai 4mol sekarang 1 lantai aja sesak napas. Karena harus sering tandem 2princess ini. Sejak adik lahir kak Aqila selalu minta gendong bareng. Allah Maha Tau, Allah cukupkan kekuatan dan ukur kesanggupan uchan. Gak usah komen "gimana kalau aku..." karena tiap ibu ada porsinya masing2. Jadi kami seharian aktivitas luar. Mulai kepasar. Kak Aqila sampai dapat hadiah nangka dari bapak dipasar. Pulangnya dipaksa main bola yang sudah ditenteng selama dipasar. Sampai menjelang adzan jumat. Kebayang panasnya kan cinn. Gak ada dokumentasi ya. Karena kalau kepasar hampir gak pernah bawa hape. Pulangnya istirahat lalu dilanjutkan main sepeda dan menjemur kain bareng. Malamnya main bola lagi sama abah. #portofolioKhadijahAqilaMufasa

MyChallenge

2014 Reading Challenge

2014 Reading Challenge
Eka has read 0 books toward her goal of 50 books.
hide
Advertisements
%d bloggers like this: